Indonesia merupakan sebuah wilayah emas yang berada dijalur katulistiwa yang terkenal dengan keindahaanya, mempunyai kekayaan alam yang luar biasa dilengkapi dengan sumber daya manusia super jenius dalam jumlah sangat banyak melimpah ruah. Semua itu ibarat raksasa tertidur lelap yang menunggu saat tepat untuk dibangunkan oleh orang-orang terpilih. Lalu kapan saatnya tiba masa kejayaan itu, tanggal, bulan atau tahun berapa? apakah 2014,2020,2050,2100 atau tahun selanjutnya? kita semua belum tahu karena masa depan adalah rahasia Tuhan penguasa seluruh alam semesata. jadi biarlah waktu yang akan menjawabnya. disini beberapa ciri-ciri kondisi yang terjadi saat Indonesia mencapai puncak kejayaan.
Ciri-ciri datangnya masa kejayaan Indonesia
1. Ada yang bilang akan muncul satria piningit atau ratu adil benarkah itu? betul, namun perlu kita lihat terlebih dahulu bagaimana perjuangan orang-orang terdahulu khususnya para pejuang yang telah berkorban dan berhasil mewujudkan masa kejayaan pada setiap zamanya, mereka adalah para nabi dan rasul, mereka jauh lebih hebat dari ratu adil yang masih belum jelas seperti apa, yang perlu diingat adalah meskipun hebat namun kejayaan tidak akan pernah terwujud tanpa persatuan, perjuangan dan pengorbanan. karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha mengubahnya, jadi jika ingin jaya di masa depan maka harus banyak mempelajarinya, memahaminya dan menerapkanya dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun indonesia.
2. Pernah membeli perangkat elektronik? disitu biasanya disertakan buku panduan, jika kita mau membaca dan memahaminya maka akan sangat mudah dalam mengoperasikan produk yang telah kita beli. lalu bagaimana agar kita bisa mudah dalam mengelola indonesia ini? maka jawabanya tentu dengan membaca dan memahami buku panduan yang sudah di berikan oleh Tuhan pencipta alam semesta khususnya wilayah Nusantara ini. apa buku itu? semua manusia pada dasarnya tahu namun seringkali keangkuhan telah membuat diri untuk melupakanya atau hanya menyimpanya sebagai hiasan almari, padahal jika mau menggunakanya maka akan sangat membantu proses perjalan menuju zaman keemasan.
3. Sebagian besar rakyat Indonesia telah berhasil melawan penjajahan yang ada pada dirinya sendiri sehingga bisa merdeka lahir dan bathin, karena perjuangan terberat dan terhebat adalah ketika sudah berhasil mengalahkan diri sendiri sehingga siap berkarya untuk bermanfaat bagi sekitarnya sesuai kemampuan unik masing-masing pribadi.
4. Jika banyak rakyat yang telah merdeka lahir batin maka dalam memilih pemimpin pasti akan memunculkan tokoh-tokoh terbaik yang memang pantas dan bisa memimpin. Tuhan sudah mendidik kita lima kali sehari, permasalahanya adalah apakah kita sudah benar-benar ikut pendidikan, sering membolos atau hanya mengantuk dan sibuk sendiri ketika di kelas sehingga melupakan pelajaran berharga yang telah disampaikan berulang-ulang.
5. Adanya perpaduan antara ilmu dan iman, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan iman maka hidup menjadi terarah. jika salah satunya tidak seimbang maka masa kejayaan masih terlalu jauh untuk terwujud.
6. Tidak ada sumber ketakutan lain selain kepada Tuhan, Jika Indonesia masih takut dengan negara tertentu maka selamanya akan terjajah, bentuk penjajahan itu tidak akan hilang hanya dengan berteriak “merdeka” lalu bebas, karena penjajah bisa mempelajari kegagalanya lalu mencari alternatif terbaik sehingga berubah bentuk dalam wujud lain misalnya menguasai bisnis tertentu, menguasai ekonomi, menguasi dunia pendidikan dan sejenisnya.
7. Indonesia akan mengalami masa kejayaan jika sudah siap menjadi sesuatu yang bisa memancarkan manfaatnya kepada seluruh negara atau bahkan alam semesta, kejayaan tidak akan pernah tercapai apabila indonesia masih sibuk mengurus diri agar bisa hidup enak, karena kemudahan justru akan didapat ketika kita berhasil membantu kesulitan orang atau negara lain.
8. Seorang presiden sebaik apapun tidak akan bisa mewujudkan masa kejayaan indonesia jika sebagian besar rakyat masih dalam perilaku buruk, jadi perlu persatuan antara pemimpin dan yang dipimpin sehingga bisa bersama mewujudkan apa yang menjadi cita-cita.
Semoga apa yang menjadi cita-cita dapat cepat terwujud, tugas kita sekarang adalah terus belajar meningkatkan kemampuan ilmu dan iman sehingga dapat menjadikanya sebagai modal untuk berkarya sebaik mungkin sesuai dengan keunikan yang ada pada diri masing-masing, bisa saling membantu dan melengkapi. jika banyak warga yang melakukanya maka masa keemasan diri, keluarga, RT, kelurahan atau dalam skala lebih besar indonesia akan datang secepat kilat :-)
Sejarah bangsa Israel sepertinya ditulis dengan tinta darah. Kekejian demi kekejian silih berganti mewarnai lembar perjalanan bangsa ini. Peristiwa paling mutakhir yang terjadi di Gaza. Jet-Jet Israel menyerang dan membombardir masyarakat sipil Palestina yang tidak bersalah.
Agresi serta kesembongan bangsa Israel ini jauh-jauh hari sudah dinubuatkan dalam Al-Qur’an.”Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: ”Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar” (QS 17:4). Ayat dalam surat Al-Isra tersebut menubuatkan peristiwa yang akan dialami bangsa Israel. Sejarah mencatat, semasa Nabi Daud as serta Nabi Sulaiman as bangsa Israel mencapai puncak keemasan, baik dalam peradaban maupun kebudayaannya. Namun, sepeninggal nabi-nabi tersebut mereka balik ke tabiat semula. Akibatnya, Allah Ta’ala mengazab mereka sesuai dua kerusakan yang telah mereka buat.
Azab pertama merentang dari 722 SM hingga 582 SM. Bangsa Assyria di bawah Raja Sargon II mencaplok seluruh daerah Israel utara. Pada tahun 608 SM giliran Fir’aun Necho merangsek Israel (Yew.Enc.Jilid 6: 665). Setelah Assyria dan Mesir, selanjutnya Babilonia Baru meluluhlantakkan kerajaan mereka. Dalam buku, Mandkind and Mother Earth, A Narrative History of The World, Arnold Toynbee menulis bahwa Raja Nebukanezzar (memerintah 605-562 SM) mengepung dan menguasai Jerusalem pada 597, 587, dan 582 SM (2004:217). Kuil pertama (dibangun Nabi Sulaiman as) serta semua bangunan besar di kota Jerusalem dibumihanguskan dan sejumlah besar rakyat diboyong ke Babilonia Baru. Peristiwa ini cocok dengan nubuatan dari surat Al-Isra : ”Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana (QS 17:5). Di sinilah dimulainya diaspora, ketika bangsa Israel mulai menyebar ke pelosok dunia mencari keselamatan.
Demi merebut kemerdekaan, pelarian Israel di Babilonia bersekutu dengan Cyrus Agung -Raja Persia- dan membantunya menundukkan Babilonia pada 539 SM. Atas jasa-jasanya Cyrus membebaskan dan memulangkan mereka. Dalam periode ini mereka berhasil membangun kembali peradaban dan Kanisah mereka yang hancur. Hal ini sesuai dengan ayat selanjutnya surat Al-Isra, ”Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (QS 17:6).
Namun, bangsa Israel jatuh untuk keduakalinya ke lembah kejahatan sehingga menggenapkan azab Ilahi yang kedua juga. Ini terjadi di zaman Nabi Isa as. Serangkaian keaniayaan dialamatkan kepada Nabi Isa as dan para pengikut beliau. Akibatnya, Allah Taala menimpakan kepada mereka azab yang sangat keras, yakni ketika pada 70 Masehi, pasukan Romawi di pimpin Titus merangsek kota Jerusalem dan Kanisah Keduanya. Diperkirakan satu juta orang menjadi korban, dan ratusan ribu sisanya menjadi tawanan. Hukuman ini tercantum dalam ayat 7 : ..dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid (tempat ibadah kamu), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” Dalam masa ini, bangsa Israel mengalami lagi era diaspora.
Pada ayat selanjutnya dinyatakan, ”asaa Rabbukum ay yarhamakum;wa in ’uttum ’udnaa; waja’alnaa jahannama lil kaafiriina hasiira. ” Secara harafiah ayat ini menyatakan bahwa Allah Ta’ala merasa kasihan dengan azab yang dialami bangsa Israel. Oleh karena itu Ia akan mengampuni dan mengembalikan hidup mereka, dengan satu syarat, yakni mereka harus bertaubat. Nubuatan ini terbukti di zaman Islam. Di bawah kerajaan-kerajaan Islam, mereka dapat hidup aman dan tidak dipaksa meninggalkan keyakinannya. Namun, alih-alih mengingat jasa kaum muslimin, apa yang dipertontonkan bangsa Israel sekarang ini ibarat pepatah, ”membalas air susu dengan air tuba.” Padahal, Allah Taala memeringatkan kembali, ”sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka jahanam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman (QS 17:8).
Dari nukilan ayat terakhir sangat jelas. Jika bangsa Israel kembali kepada kejahilannya, maka azab akan mendatangi rumah-rumah mereka lagi. Rentang pelajaran yang jaraknya ribuan tahun agaknya tidak menyadarkan mereka. Bagi mereka tepatlah apa yang dikatakan Goethe,”orang (baca:bangsa) yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya.” Wallahu’alam bissawab.
DOHA (SuaraMedia) Syaikh Yusuf Qardhawi, ketua Persatuan Ulama Dunia, mengatakan bahwa apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah kemenangan perlawanan Palestina atas alat pembunuh Zionis Israel dalam perang yang berlangsung selama lebih dari 3 pekan dan mengakibatkan lebih 7 ribu warga Palestina gugur dan terluka.
Qardhawi mengucapkan selamat kepada Palestina baik pemerintah maupun rakyatnya atas kemenangan ini. Dia memuji pertempuran yang ditorehkan putra-putra Gaza pada hari-hari pertempuran, persatuan dan kesetiakawanan antara rakyat Gaza.
Qardhawi juga memuji pemerintah Palestina di Jalur Gaza yang berdiri di shaf pertama untuk melawan agresi Zionis Israel. Dia mengatakan, "Bila pemerintah-pemerintah Arab terpisah dengan rakyatnya, maka pemerintah Gaza menyatu dengan rakyat dan aparatnya melebur bersama anak bangsa Palestina lainnya hingga seorang menteri dalam negerinya, Said Sheyam, gugur besama keluarganya.
Qardhawi menyanjung fenomena bahu-membahu yang terjadi di Jalur Gaza antara keluarga-keluarga Palestina dan rakyat Jalur Gaza di belakang pemerintah PM Ismail Haniyah dan perlawanan Palestina dalam menghadapi agresi Zionis Israel.
Qardhawi mengatakan, "Sesungguhnya apa yang terjadi di Jalur Gaza adalah kemenangan dalam arti sebagaimana disebutkan dalam al Quran al Karim." Dia menegaskan bahwa jalan pertama untuk kemenangan adalah iman, serta kemenangan untuk orang-orang beriman dan dengan bantuan orang-orang beriman. Meskipun musuh memiliki benteng dan persenjataan.
Qardhawi menilai, "Siapa yang tidak mengakui kemenangan nyata ini bagi orang-orang yang gigih berjuang di Gaza adalah orang buta. Karena target-target Zionis Israel sama sekali tidak terealisasi dalam perang ini. Dan perlawanan belum hancur, Hamas belum jatuh, orang tidak bergeming dari perlawanan disebabkan oleh agresi, bahkan bahu membahu, gigih berjuang dan bersatu."
Dia mengatakan, "Siapa yang menimbang perang dan pertempuran dengan kerugian dan bukan target, maka dia belum memahami al Quran al Karim. Allah swt berfirman, "Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua.." Ini artinya al Quran menilai penusiran Nabi saw dari Makkah adalah kemenangan, meskipun dalam pandangan mata kita rugi."
Qardhawi juga menyanjung Turki dan sikapnya atas agresi Israel ke Jalur Gaza. Dia menilai Turki telah memberi contoh terbaik bagi Negara-negara Arab. Dia menegaskan bahwa kemenangan pasti datang. Namun sunatullah mengakhirkan kemenangan ini sampai umat ini bersiap penuh untuk menyongsong kemenangan. (ifp) suaramedia.com
Ketika duduk di SMP dulu, saya pernah berdebat dengan teman sekelas
saya. Perdebatan kami membicarakan tentang mesin waktu. Disana saya
termasuk kelompok yang pro terhadap adanya mesin waktu. "Segalanya tidak
ada yang tidak mungkin terjadi di bumi kita jika kita mau belajar dan
berusaha menemukan sesuatu baru, kejadian yang telah terjadi saja bisa
kita lihat kembali dengan kamera. Pasti suatu saat ada yang menciptakan mesin waktu". Ujar saya. Namun teman saya yang kontra pun kokoh dengan
pendiriannya, "sehebat-hebatnya teknologi, tidak mungkin kita bisa
kembali atau maju ke masa depan" bantah teman saya. Hingga bel pulang
sekolah berbunyi, kami pun masih berdebat dengan topik yang sama.
Akhirnya saya pun mengakhiri perdebatan kami. "Sudahlah kita liat saja
nanti, apakah teknologi bisa menjawabnya". Akhirnya perdebatan kami pun
terhenti sampai disana.
Mungkin sekarang
memang belum ada mesin waktu. Namun, teori tentang perjalanan waktu
telah dikemukakan sebelumnya oleh Albert Einstein dengan teori
Relativitasnya. Sebenarnya teori ini sudah di ungkapkan sebelumnya oleh
ilmuan muslim, Al-Kindi. Namun, sayang semua itu telah ditutup-tutupi
dunia. Sehingga dunia hanya mengenal Einstien lah yang mengungkapkan
pertama kali teorinya ini.
Sedikit saja penjelasan dari saya tentang relativitas karena saya pun masih bingung dengan teori ini. Relativitas sebenarnya berkaitan dengan ruang dan waktu. Teori relativitas menyatakan bahwa panjang, massa dan waktu itu relatif. Misalnya suatu benda yang memiliki panjang 1 meter (satuan panjang) bisa berubah menjadi kurang dari 1 meter pada keadaan tertentu (mendekati kecepatan cahaya). Teori ini juga berlaku untuk waktu.
Pernahkah anda mendengar cerita tentang "Paradoks Anak Kembar" yang di jelaskan oleh Albert Einstein. Ia mengumpamakan dua orang anak kembar A dan B yang memiliki umur masing-masing 20 tahun. Suatu hari, si A berangkat bepergian ke angkasa dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya. Si A berniat untuk bepergian hanya 1 minggu saja, namun setelah kembali ke bumi, waktu di bumi telah berjalan selama 40 tahun. Si A pun heran menjumpai saudara kembarnya si B yang telah berumur 60 tahun, sedangkan si A hanya berumur 20 tahun lebih satu minggu.
Mungkin dulu dunia menganggap teori Einstein ini gila, namun baru-baru ini saya baca di situs berita bahwa teori Einstein ini telah terbukti kebenarannya.
Sekali lagi saya tegaskan bahwa teori ini bukanlah Einstein yang mengungkapkan pertama kali, namun teori ini telah di ungkapkan sebelumnya oleh ilmuan muslim, Al-Kindi.
Sedikit saja penjelasan dari saya tentang relativitas karena saya pun masih bingung dengan teori ini. Relativitas sebenarnya berkaitan dengan ruang dan waktu. Teori relativitas menyatakan bahwa panjang, massa dan waktu itu relatif. Misalnya suatu benda yang memiliki panjang 1 meter (satuan panjang) bisa berubah menjadi kurang dari 1 meter pada keadaan tertentu (mendekati kecepatan cahaya). Teori ini juga berlaku untuk waktu.
Pernahkah anda mendengar cerita tentang "Paradoks Anak Kembar" yang di jelaskan oleh Albert Einstein. Ia mengumpamakan dua orang anak kembar A dan B yang memiliki umur masing-masing 20 tahun. Suatu hari, si A berangkat bepergian ke angkasa dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya. Si A berniat untuk bepergian hanya 1 minggu saja, namun setelah kembali ke bumi, waktu di bumi telah berjalan selama 40 tahun. Si A pun heran menjumpai saudara kembarnya si B yang telah berumur 60 tahun, sedangkan si A hanya berumur 20 tahun lebih satu minggu.
Mungkin dulu dunia menganggap teori Einstein ini gila, namun baru-baru ini saya baca di situs berita bahwa teori Einstein ini telah terbukti kebenarannya.
Sekali lagi saya tegaskan bahwa teori ini bukanlah Einstein yang mengungkapkan pertama kali, namun teori ini telah di ungkapkan sebelumnya oleh ilmuan muslim, Al-Kindi.